Mengapa Jendela Pesawat Tidak Dapat Di Buka ???

Mengapa Jendela Pesawat Tidak Bisa Dibuka? Suhu dan tekanan ekstrem di ketinggian standar pesawat komersial, tidak akan sanggup dihadapi tubuh manusia.

Bagaimana musik pengaruhi aktivitas otak?

Ilmuwan dari Florida Atlantic University mengidentifikasi aspek-aspek utama dalam pertunjukan musik yang menyebabkan emosi dengan mempelajari aktivitas otak.

Ditemukan, Mikroba Terdekat dengan Pusat Bumi

Hal ini diumumkan oleh gabungan peneliti internasional yang menemukan komunitas mikroba. Mikroba ini ditemukan dari sedimen berlumpur di Challenger Deep di dalam Palung Mariana

Ditemukan, Bilangan Prima Terbesar Mencapai 17 Juta Digit

Baru-baru ini bilangan prima terbesar yang baru ditemukan yaitu terdiri dari 17.425.170 digit angka. Temuan ini langsung mematahkan rekor bilangan prima terbesar sebelumnya tahun 2008 yang hanya terdiri dari 12.978.189 digit angka.

Ilmuwan Ungkap Rahasia Crop Circle.

Fenomena crop circle bisa dijelaskan secara fisika: pola yang muncul bisa jadi dihasilkan dari gelombang micro dari Bumi, laser, dan GPS.

Minggu, 24 Februari 2013

Ilmuwan Ungkap Rahasia Crop Circle

Ilmuwan Ungkap Rahasia Crop Circle

crop circle,alien,ilmuwan,oregon,physics world
Fenomena crop circle bisa dijelaskan secara fisika: pola yang muncul bisa jadi dihasilkan dari gelombang micro dari Bumi, laser, dan GPS. Demikian dijelaskan oleh Richard Taylor peneliti dari University of Oregon yang sekaligus mengungkap bahwa jejak pola simetris di areal pertanian tersebut tidak ada kaitannya dengan makhluk luar angkasa.

Crop circle diperkirakan muncul lebih dari 10.000 kali di sepanjang abad 20. Setiap kemunculannya selalu dikaitkan dengan keberadaan makhluk luar angkasa, bahkan hal-hal yang berhubungan dengan supranatural.

Baru pada 1991, muncul pengakuan pertama dari pembuat crop circle. Ia mengaku membuat crop circle untuk menebar gosip tentang UFO. Meski begitu, penjelasan tersebut masih meninggalkan pertanyaan di kalangan para ilmuwan: bagaimana bisa karya seni seperti itu dibuat tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan biasanya dapat rampung dalam satu malam.

Dalam penejelasannya, Richard Taylor menampik penggunaan sejumlah alat tradisional yang mungkin digunakan untuk membuat crop circle. "Di zaman modern penggunaan papan dan tali untuk merebahkan tanaman dan bangku untuk melompat dari satu area ke area lain agar tak meninggalkan jejak, rasanya terlalu merepotkan untuk mendapatkan hasil dalam waktu singkat," kata Taylor.

Menurut Taylor, pembuat crop circle dapat menggunakan perangkat berteknologi tinggi, seperti perangkat GPS untuk menempatkan bentuk dan magnetron, tabung yang menggunakan tenaga listrik dan magnet untuk menghasilkan panas tinggi, untuk merebahkan tanaman dengan kecepatan tinggi.

Meski terkesan sahih dan masuk akal, penjelasan Taylor tidak serta-merta bisa diterima, sampai ada pembuat crop circle yang mau menjelaskan trik-trik pembuatannya. Meski begitu pernyataan Taylor yan dimuat di Physics World ini bisa dijadikan referensi. "Taylor sudah bertindak sebagai ilmuwan yang baik--menguji fakta terkait desain dan konstruksi crop circles tanpa terbawa arus UFO, gosip, dan alien," kata Matin Durrani, editor Physics World.

(Ni Ketut Susrini)

Bagaimana Ikan Bisa Terbang???

Bagaimana ikan bisa terbang?

Beberapa spesies ikan memang bisa terbang. Ada spesies ikan terbang yang bisa bertahan selama 45 detik di udara dan menempuh jarak seperempat mil di atas air. Pertanyaannya: bagaimana mereka bisa terbang? Dua insinyur asal Seoul National University, Korea, Haecheon Choi dan Hyungmin Park, punya jawaban.

Berdasarkan penelitian yang sudah pernah dilakukan, ikan terbang berenang dengan kecepatan sangat tinggi. Lalu, mereka keluar dari air dan memanfaatkan momentum yang mereka peroleh dari kecepatan renang yang tinggi itu. Ketika di udara, mereka meluncur dengan meluruskan sirip mereka yang mirip sayap. Untuk menambah kecepatan renang, mereka menghentakkan ekor ke air.

Penelitian itu tak salah, tapi belum diketahui betapa efisiennya mereka dalam terbang. Untuk mengetahui itu, Choi dan Park menganalisis salah satu spesies ikan terbang, yakni Cypselurus hiraii yang memiliki sirip dengan warna gelap di sudutnya. Ikan itu diberi sensor di beberapa titik di tubuh mereka. Choi dan Park menyelidiki hubungan antara jarak horizontal dengan ketinggian ikan itu terbang. Mereka juga mempelajari aerodinamis pada tubuh ikan pada saat ikan mengubah sudut.

Pada artikel yang diterbitkan di Journal of Experimental Biology, Choi dan Park melaporkan bahwa ketika ikan terbang melesat tak jauh dari permukaan air, mereka mengurangi gesekan, sehingga efisiensi terbang mereka jadi maksimal. Hal yang sama didapati pada beberapa jenis burung, seperti elang dan bebek.

Meskipun cara mereka terbang sudah diketahui, alasan mereka terbang masih belum diyakini benar oleh para ilmuwan. Alasan yang dianggap paling masuk akal saat ini adalah untuk menghindari predator. Tapi, ada pula pendapat lain yang menyebutkan kalau ikan bisa terbang karena kombinasi antara berenang dan terbang merupakan cara yang lebih hemat energi untuk berpindah tempat.

Sumber: Discovery News
Foto: www.naris.go.kr
(Alex Pangestu)

15 fakta Mini di Bidang Sains

15 fakta mini di bidang sains

fakta sains 
Tahukah kalau rambut beruang kutub itu transparan, bukan putih? Tahu jugakah kalau kulitnya hitam, bukan putih? Berikut ini adalah 15 fakta mini di bidang sains yang mungkin belum banyak diketahui orang.
  1. Bentuk air hujan tidak sama dengan bentuk air mata. Bentuk air hujan adalah bulat.
  2. Benda padat yang menyublim akan langsung berubah jadi gas, tidak perlu jadi cairan lebih dulu.
  3. Gorila tidur di sarang yang dibuat dari ranting-ranting pohon dan dedaunan. Jantan biasanya tidur di tanah, sementara betina tidur di sarang di atas pohon.
  4. Sampanye tidak mendesis karena mengandung karbon dioksida. Debu yang mendesis. Buktinya, ketika sampanye dituang ke gelas yang bersih dari molekul debu, tak akan ada desis.
  5. Sebagian besar proses pencernaan terjadi bukan diperut, tapi di usus halus.
  6. Cairan merah yang keluar dari daging stik setengah matang bukan darah, tapi mioglobin, "sepupu" darah yang ada di serat otot.
  7. Tas belanja dari kertas dan plastik sama-sama berdampak buruk pada lingkungan. Tas plastik susah diurai, sementara tas kertas butuh energi banyak pada pembuatannya.
  8. Bulu beruang kutub itu transparan, bukan putih. Kulit mereka juga bukan putih, melainkan hitam. Ketika berada di lingkungan hangat dan lembap, kulit mereka bisa jadi warna hijau karena lumut.
  9. Alergi pada binatang biasanya bukan disebabkan oleh bulu, melainkan oleh kulit mati, ludah, atau kotoran.
  10. Pemetaan lidah yang menentukan bagian tertentu untuk mengecap rasa tertentu itu tidak benar. Seluruh rasa dapat dikecap oleh semua bagian lidah.
  11. Bukan suara laut yang terdengar ketika orang mendekatkan tempurung kerang ke kuping. Itu suara aliran darah di dalam pembuluh orang itu sendiri.
  12. Ketika Anda hidup, otak berwarna merah muda. Ketika Anda meninggal, otak berubah jadi abu-abu.
  13. Merkuri bukan satu-satunya cairan metal. Gallium (Ga) berbentuk padat pada suhu ruangan, tapi akan meleleh ketika diletakkan di tangan. Cesium (Cs) dan fransium (Fr) juga bisa mencair di sekitar suhu ruangan.
  14. Lumba-lumba tidak minum air laut. Mereka mendapat cairan dari makanan yang mereka konsumsi. Minum air laut bisa membuat mereka sakit, bahkan mati.
  15. Uni Soviet adalah negara pertama yang berhasil mendaratkan pesawat antariksa di bulan. Tahun 1959, Luna 2 berhasil mendarat di bulan. Tahun 1966, Luna 9 juga mendarat di sana. Empat bulan kemudian, Amerika Serikat baru mendaratkan pesawat mereka, Surveyor I.
Sumber: Listverse

(Alex Pangestu)

Tikus Berkicau Hasil Rekayasa Genetika

Tikus berkicau hasil rekayasa genetika

tikus,rekayasa genetika 
Ilmuwan di Jepang melakukan rekayasa genetika sehingga tikus percobaan di laboratorium mereka bisa berkicau seperti burung. Bagaimana penemuan ini bisa membantu memahami asal mula bahasa manusia?

Tim peneliti dari University of Osaka tersebut mengaku sudah melakukan persilangan gen pada tikus-tikus beberapa generasi. Setiap tikus yang lahir diperiksa satu per satu untuk menemukan perbedaan. "Suatu hari kami menemukan tikus yang 'bernyanyi' seperti burung," kata Arikumi Uchimura yang memimpin studi. Tim Uchimura mengaku terkejut. "Kami cuma mengharapkan perbedaan fisik," katanya lewat telepon kepada Discovery News. Saat ini mereka memiliki 100 tikus yang bisa berkicau untuk penelitian lanjutan.

Video tikus itu dapat dilihat di http://youtu.be/yLu37VvCozw.

Uchimura dan timnya berharap bisa menemukan petunjuk mengenai evolusi bahasa manusia. Di beberapa negara, ada penelitian-penelitian yang mempelajari suara burung, seperti burung pipit, untuk membantu menemukan asal mula bahasa manusia. Uchimura menganggap penelitian menggunakan tikus lebih baik daripada burung. "Tikus adalah mamalia. Struktur otaknya lebih mirip dengan manusia," jelasnya.

Peneliti di Osaka mencari tahu efek tikus berkicau tersebut pada tikus normal dengan menempatkan tikus hasil rekayasa genetika itu di grup tikus normal. Hasilnya, tikus normal yang tumbuh bersama tikus berkicau lebih sedikit mengeluarkan suara ultrasonik. Ini bukti kalau metode komunikasi menyebar dalam grup, seperti logat.

Tikus berkicau bersuara lebih keras ketika diletakkan pada lingkungan baru atau ketika tikus jantan diletakkan satu tempat dengan tikus betina. "Mungkin ungkapan emosi atau kondisi tubuh tertentu," Uchimura menerka.

Uchimura berharap ada evolusi tikus lewat rekayasa ini. "Saya tahu ini konyol, tapi saya berharap membuat Mickey Mouse suatu hari nanti," Uchimura menegaskan cita-citanya.

Sumber: Discovery News 

(Alex Pangestu)

Menciptakan Ubur-ubur Buatan dari Sel Tikus

Menciptakan Ubur-ubur Buatan dari Sel Tikus

Ubur-ubur ini berguna bagi perkembangan kesehatan manusia karena diproyeksikan sebagai rancang dasar jantung buatan.

uburubur,makhluk laut 
Ubur-ubur dengan delapan tentakel berhasil diciptakan oleh sebuah tim yang terdiri atas gabungan peneliti dari Harvard University dan California Institute of Technology, Amerika Serikat. Penciptaan ini semakin menarik karena ubur-ubur tersebut dibentuk dari sel otot tikus.
Untuk merancang ubur-ubur yang diberi nama "medusoid" ini, para peneliti lebih dulu memetakan cara kerja protein dalam sel otot ubur-ubur sesungguhnya. Mereka kemudian sadar jika aliran listrik bisa memicu kontraksi otot si makhluk lunak itu.
Kemudian dipelajari lebih dulu juga mengenai sistem mekanik pergerakan ubur-ubur. Hewan ini ternyata meremas otot tertentu untuk bergerak di air. Untuk bisa menciptakan pergerakan yang sama, diamati proses biomekanik entakan gerakan tersebut.
Tikus dipilih sebagai penyumbang sel karena diketahui jika selembar jaringan otot jantungnya akan berkontraksi jika distimulasi secara elektrik di lingkungan cair. Perpaduan antara sel otot ini dengan membran silikon polimer menghasilkan medusoid.
Makhluk ciptaan ini kemudian ditempatkan dalam wadah air garam dengan aliran listrik. Secara mengejutkan, medusoid mulai berenang layaknya hewan sesungguhnya, demikian hasil pemaparan dalam jurnal Nature Biotechnology yang dirilis Minggu (22/7).
Para peneliti yang terlibat, kini mengembangkan perilaku pada medusoid. Yakni mencari makan dan merespon lingkungan sekitarnya.
Kevin Kit Parker, profesor bioengineering dan fisika terapan di Harvard sekaligus anggota tim penulis jurnal laporan, menyatakan, ia mulai tertarik dengan proyek ini di tahun 2007. Saat itu, ia berpikir mengenai otot pemompa seperti jantung.
Ide menggunakan ubur-ubur muncul ketika melihat hewan ini di New England Aquarium. Di situlah ia menyadari ada kesamaan antara jantung manusia dan ubur-ubur. Maka itu, medusoid bisa berguna bagi perkembangan kesehatan manusia karena diproyeksikan sebagai rancang dasar jantung buatan.
(Zika Zakiya. Sumber: Discovery Channel)

Mengapa Jendela Pesawat Tidak Bisa Di Buka???

Mengapa Jendela Pesawat Tidak Bisa Dibuka?

Suhu dan tekanan ekstrem di ketinggian standar pesawat komersial, tidak akan sanggup dihadapi tubuh manusia.

pesawat,alat transportasi,jendelaIlustrasi pemandangan dari jendela pesawat komersial. (Thinkstockphoto)
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Mitt Romney membuat pernyataan kontroversial mengenai jendela yang tidak terbuka di pesawat. Keluhan ini disampaikannya selepas mendarat darurat pada 21 September 2012 lalu.
Dikatakannya, saat terjadi kebakaran di dalam pesawat, tidak ada tempat untuk menyelamatkan diri. "Anda tidak bisa mendapatkan oksigen dari luar untuk masuk ke pesawat karena jendelanya tidak mau terbuka," ujar Romney. Menurut Romney hal ini berbahaya dan menyebabkan masalah serius.
Pernyataan tersebut membuat Romney kebanjiran penjelasan ilmiah mengapa jendela pesawat tidak terbuka.
Alasan utamanya adalah gravitasi kerap membuat molekul udara terkonsentrasi di permukaan tanah. Maka itulah atmosfer terasa semakin menipis saat Anda melaju ke atas.
Udara menjadi semakin tipis di ketinggian 3.000 meter. Untuk itulah, di atas ketinggian tersebut, kabin pesawat harus diberi tekanan untuk mencegah penumpang di dalamnya mengalami kekurangan oksigen.
Karena tekanan dan temperatur berjalan selaras, tekanan udara dibutuhkan untuk membuat udara hangat di kabin. Pada ketinggian 11.000 meter, ketinggian standar pesawat komersial, tekanan udara jeblok hingga hanya seperempat nilainya di level permukaan air laut. Suhu di luar pesawat turun menjadi minus 51 derajat Celcius. Kondisi demikian tidak akan sanggup dihadapi manusia dan akan menyebabkan kematian cepat.
Tekanan di pesawat biasanya diperoleh dari udara yang dimampatkan, dihisap, dan dipanaskan oleh mesin turbin. Tekanan ini juga hanya bisa terjadi di daerah yang kedap udara. Jika Anda membuka jendela di pesawat, maka kekedapan itu akan hilang. Udara yang sudah dimampatkan akan keluar melalui jendela. Membuat kondisi atmosfer di dalam dan luar pesawat sama imbang. Akibatnya, kematian.
(Zika Zakiya. Sumber: Discovery News)